News

Cara Menentukan Ukuran Panel ATS Genset

Cara Menentukan Ukuran Panel ATS Genset

Cara menentukan ukuran panel ATS genset tidak boleh hanya berdasarkan kapasitas genset. Anda juga perlu menghitung beban listrik, jumlah arus yang mengalir, sistem kelistrikan, serta karakteristik peralatan yang akan menggunakan daya cadangan.

Panel yang terlalu kecil berisiko mengalami panas berlebih, kerusakan kontaktor, hingga kegagalan saat perpindahan sumber listrik. Sebaliknya, ukuran panel yang terlalu besar dapat membuat biaya pembelian dan instalasi menjadi kurang efisien.

Apa Itu Panel ATS Genset?

Panel ATS atau Automatic Transfer Switch adalah perangkat yang berfungsi memindahkan sumber listrik dari PLN ke genset secara otomatis ketika pasokan listrik utama mengalami gangguan.

Ketika listrik PLN kembali normal, panel akan mengalihkan beban dari genset ke PLN. Sistem ini membantu menjaga kegiatan kantor, pabrik, rumah sakit, hotel, pusat data, dan fasilitas komersial tetap berjalan selama pemadaman.

Untuk mengetahui sistem kerja dan pilihan produknya, Anda dapat membaca halaman panel ATS genset otomatis.

Cara Menentukan Ukuran Panel ATS Genset

Menentukan ukuran panel ATS genset tidak bisa asal ikut kapasitas genset saja, tapi harus dihitung secara teknis. Hal yang perlu diperhatikan antara lain daya, arus listrik, jenis instalasi, karakter beban, hingga kemungkinan penambahan kebutuhan listrik di masa depan. Dengan perhitungan yang tepat, panel ATS akan bekerja lebih aman, stabil, dan tidak mudah panas saat berpindah dari PLN ke genset.

1. Mengetahui Kapasitas Genset

Langkah pertama adalah mengetahui kapasitas genset dalam satuan kVA. Kapasitas tersebut menjadi salah satu dasar untuk menghitung besar arus listrik yang akan melewati panel ATS.

Namun, ukuran ATS sebaiknya tidak dipilih hanya berdasarkan angka kVA yang tertera pada genset. Perhitungan tetap perlu memperhatikan tegangan, jumlah fase, faktor daya, dan beban aktual di lokasi.

2. Menghitung Arus Listrik

Untuk sistem tiga fase, estimasi arus dapat dihitung menggunakan rumus berikut:

Arus = kVA × 1.000 ÷ (1,732 × tegangan)

Sebagai contoh, genset 100 kVA dengan tegangan 400 volt menghasilkan arus sekitar:

100 × 1.000 ÷ (1,732 × 400) = 144 ampere

Berdasarkan hasil tersebut, panel ATS tidak disarankan menggunakan kapasitas tepat 144 ampere. Pilih kapasitas standar yang berada di atas hasil perhitungan, misalnya ATS 160 ampere atau 200 ampere setelah mempertimbangkan kondisi beban.

3. Memberikan Margin Kapasitas

Panel ATS sebaiknya mempunyai margin kapasitas agar tidak bekerja terus-menerus pada batas maksimal. Margin tersebut juga diperlukan untuk mengantisipasi penambahan beban dan lonjakan arus ketika motor listrik, pompa, kompresor, atau mesin produksi mulai beroperasi.

Sebagai pertimbangan awal, kapasitas ATS dapat dipilih sekitar 20–25 persen lebih tinggi dari arus beban. Namun, angka akhirnya tetap perlu disesuaikan melalui pemeriksaan teknis di lokasi.

4. Memeriksa Sistem Satu Fase atau Tiga Fase

Sistem satu fase dan tiga fase membutuhkan konfigurasi panel yang berbeda. Rumah, toko kecil, atau kantor berdaya rendah mungkin menggunakan panel ATS satu fase. Sementara itu, pabrik, gedung, hotel, dan fasilitas industri umumnya menggunakan panel ATS tiga fase.

Jumlah kutub atau pole juga perlu diperhatikan. Sistem tertentu menggunakan ATS tiga pole, sedangkan instalasi yang memerlukan pemutusan kabel netral menggunakan ATS empat pole.

5. Memperhatikan Jenis Beban

Ukuran panel tidak hanya ditentukan oleh total daya. Karakteristik beban juga harus diperhitungkan.

Beban seperti lampu dan perangkat elektronik relatif lebih stabil. Sementara itu, motor listrik, lift, pompa, mesin pendingin, dan kompresor dapat menghasilkan arus awal yang jauh lebih tinggi daripada arus operasionalnya.

Karena itu, data seluruh peralatan perlu dicatat sebelum menentukan kapasitas ATS. Jangan sampai panel mampu menahan arus normal, tetapi gagal ketika beberapa mesin dinyalakan secara bersamaan.

Apakah ATS dan AMF Sama?

ATS dan AMF memiliki fungsi berbeda, tetapi sering digunakan dalam satu sistem. AMF mendeteksi gangguan listrik dan memberikan perintah agar genset menyala. ATS bertugas memindahkan jalur suplai listrik dari PLN menuju genset.

Penjelasan lebih lengkap mengenai kedua perangkat tersebut dapat dibaca melalui artikel ATS AMF genset dan fungsinya.

Konsultasikan Ukuran Panel ATS Sebelum Instalasi

Kesalahan memilih kapasitas panel dapat memengaruhi keamanan dan keandalan sistem listrik cadangan. Oleh karena itu, pemeriksaan beban, ukuran kabel, pengaman listrik, kapasitas genset, serta kondisi ruang instalasi sebaiknya dilakukan terlebih dahulu.

PT Rejeki Arta Jaya menyediakan unit genset, panel ATS, instalasi, dan dukungan teknis untuk berbagai kebutuhan komersial maupun industri. Sebagai distributor genset Jakarta, Rejeki Arta Jaya dapat membantu menentukan kapasitas genset dan ukuran panel ATS yang sesuai dengan kebutuhan listrik di lokasi Anda.

Hubungi tim Rejeki Arta Jaya untuk melakukan konsultasi sebelum memilih atau memasang panel ATS genset.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Rejeki Arta Jaya (@sparepartsgenset)

FAQ tentang Ukuran Panel ATS Genset

1. Apakah ukuran panel ATS harus sama dengan kapasitas genset?

Tidak selalu. Kapasitas panel ATS ditentukan berdasarkan besar arus listrik yang mengalir, tegangan, jumlah fase, jenis beban, serta margin keamanan. Karena itu, kapasitas ATS biasanya dipilih sedikit lebih besar daripada hasil perhitungan arus genset.

2. Apa risiko menggunakan panel ATS yang terlalu kecil?

Panel ATS yang terlalu kecil dapat mengalami panas berlebih, kontaktor cepat rusak, sambungan terbakar, atau gagal memindahkan sumber listrik dari PLN ke genset. Kondisi ini juga dapat mengganggu operasional dan meningkatkan risiko kerusakan pada sistem kelistrikan.

3. Apakah kapasitas panel ATS perlu dilebihkan?

Ya. Kapasitas panel ATS sebaiknya memiliki margin sekitar 20–25 persen dari arus beban sebagai langkah antisipasi terhadap lonjakan arus dan penambahan beban. Namun, ukuran akhirnya tetap perlu disesuaikan dengan hasil pemeriksaan teknis dan karakter peralatan yang digunakan.