1. Menyesuaikan Kapasitas Genset dengan Beban Produksi
Pertama-tama, Anda harus menghitung kebutuhan daya secara akurat. Industri kimia dan makanan umumnya menggunakan mesin dengan beban besar seperti mixer industri, conveyor, boiler, chiller, hingga sistem HVAC. Jika kapasitas genset terlalu kecil, mesin tidak akan bekerja optimal dan berisiko mengalami kerusakan.
Sebaliknya, kapasitas yang terlalu besar akan meningkatkan biaya investasi dan konsumsi bahan bakar. Oleh karena itu, perhitungan beban harus mencakup beban start awal (starting current), beban puncak, serta rencana ekspansi produksi. Dengan pendekatan ini, genset mampu menopang proses produksi tanpa hambatan.
2. Memprioritaskan Keamanan Operasional
Selanjutnya, faktor keamanan menjadi kriteria utama, terutama pada industri kimia yang berisiko tinggi. Genset harus ditempatkan di area yang aman dari paparan bahan kimia korosif, uap berbahaya, dan potensi ledakan. Selain itu, sistem kelistrikan genset perlu dilengkapi proteksi arus lebih, proteksi panas berlebih, serta grounding yang sesuai standar.
Di industri makanan, keamanan juga berkaitan dengan mencegah kontaminasi. Penempatan genset harus terpisah dari area produksi utama, dengan sistem pembuangan gas buang yang terarah. Dengan demikian, risiko gangguan terhadap kualitas produk dapat dihindari sejak awal.
3. Memilih Genset dengan Sistem Pendinginan dan Ventilasi Andal
Genset industri untuk kimia dan makanan bekerja dalam durasi panjang dan beban tinggi. Oleh sebab itu, sistem pendinginan menjadi aspek krusial. Pendinginan yang tidak optimal dapat menyebabkan overheat dan memperpendek usia pakai mesin.
Selain itu, ventilasi ruang genset harus dirancang agar sirkulasi udara lancar dan panas dapat dibuang secara efisien. Transisi dari desain mesin ke desain ruangan ini sering diabaikan, padahal keduanya saling berkaitan. Genset yang baik tetap membutuhkan lingkungan kerja yang mendukung agar performanya stabil.
4. Memperhatikan Standar Kebersihan dan Higienitas
Khusus untuk industri makanan dan minuman, genset harus mendukung standar kebersihan yang ketat. Anda perlu memastikan bahwa genset menggunakan sistem bahan bakar dan pelumasan yang tertutup rapat, sehingga tidak ada risiko kebocoran yang mencemari lingkungan produksi.
Selain itu, desain ruang genset sebaiknya mudah dibersihkan dan tidak menjadi sumber debu atau kotoran. Dengan pengaturan ini, genset dapat beroperasi sebagai sistem pendukung tanpa mengganggu standar keamanan pangan yang berlaku.
5. Menggunakan Panel ATS dan Sistem Otomatisasi
Agar proses produksi tidak terhenti saat listrik padam, genset untuk indutsri kimia dan makanan sebaiknya dilengkapi panel ATS (Automatic Transfer Switch). Sistem ini memungkinkan genset menyala otomatis ketika pasokan listrik utama terputus dan kembali mati saat listrik normal.
Dengan otomatisasi, respons terhadap pemadaman menjadi lebih cepat dan konsisten. Hal ini sangat penting bagi industri kimia dan makanan yang memiliki proses berkelanjutan dan tidak boleh berhenti secara mendadak.
6. Memilih Jenis Bahan Bakar yang Efisien dan Aman
Sebagian besar industri kimia dan makanan genset diesel karena lebih kuat untuk beban berat dan penggunaan jangka panjang. Selain itu, bahan bakar diesel relatif mudah disimpan dan tersedia dalam jumlah besar.
Namun demikian, Anda tetap perlu memastikan sistem penyimpanan bahan bakar aman, memiliki proteksi kebocoran, dan memenuhi regulasi lingkungan. Dengan manajemen bahan bakar yang baik, operasional genset menjadi lebih efisien dan terkendali.
7. Memastikan Dukungan Servis dan Ketersediaan Suku Cadang
Terakhir, genset untuk industri kimia dan makanan membutuhkan dukungan purna jual yang kuat. Tanpa servis rutin dan suku cadang yang mudah didapat, risiko downtime akan meningkat. Oleh karena itu, Anda sebaiknya memilih distributor yang mampu menyediakan layanan perawatan berkala, perbaikan darurat, dan dukungan teknis jangka panjang.
Bekerja sama dengan distributor berpengalaman seperti PT Rejeki Arta Jaya membantu industri kimia dan makanan mendapatkan solusi genset yang tidak hanya kuat, tetapi juga aman dan sesuai standar industri.
Pastikan pabrik Anda menggunakan genset yang aman, efisien, dan sesuai standar industri.
PT Rejeki Arta Jaya menyediakan:
Hubungi kami sekarang: +62 811-1733-326
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
1. Kapasitas berapa yang ideal untuk genset industri kimia dan makanan?
Kapasitas genset untuk industri kimia dan makanan bergantung pada total beban mesin produksi, sistem pendingin, dan peralatan pendukung lainnya. Umumnya, pabrik menggunakan genset berkapasitas menengah hingga besar. Perhitungan kapasitas harus memperhitungkan beban awal mesin agar genset tidak mengalami overload.
2. Apakah genset diesel cocok untuk industri kimia dan makanan?
Ya, genset diesel paling banyak digunakan sebagai genset untuk industri kimia dan makanan karena mampu bekerja dalam durasi panjang dan beban berat. Selain itu, genset diesel lebih efisien untuk operasional industri, selama sistem penyimpanan bahan bakarnya dikelola dengan aman dan sesuai regulasi.
3. Apakah genset untuk industri kimia dan makanan harus menggunakan panel ATS?
Penggunaan panel ATS sangat dianjurkan pada genset untuk industri kimia dan makanan. Panel ATS memungkinkan genset menyala otomatis saat listrik padam, sehingga proses produksi tetap berjalan tanpa intervensi manual dan risiko kesalahan operasional dapat dikurangi.